Minggu, 25 Agustus 2013

Teruntuk Kamu Yang (Mungkin) Merasa Tersakiti



Hey..
Terimakasih yaa untuk 6 bulan kemarin..
Maaf jika saya sudah menghancurkan semua mimpi dan harapan yang sempat kita bicarakan..
Tidak pernah saya rencanakan ini akan terjadi sebelumnya..
Bukan juga sudah saya inginkan dari awal..

Saya tahu kamu pasti sakit hati..
Pasti sedih..
Saya pun begitu..
Namun, saya tidak ingin menyakiti kamu dan merubah kamu terlalu jauh..

Menyakiti ?
Merubah terlalu jauh ?
Mungkin itu yang ada dipikiranmu ketika membaca ini..

Baiklah, akan saya terangkan satu persatu..

Perihal menyakitimu,
Pertama, kamu tentu tahu bahwa saya memiliki banyak teman pria
Teman pria yang statusnya dekat
Tapi dekat disini saya mohon untuk tidak diartikan lain
Posisi kami dekat karena memang begitu nyamannya saya bertukar pendapat dengan dia
Jujur, dengannya saya tidak memiliki perasaan apapun
Mungkin memang ini kebiasaan yang sulit saya ubah dari dulu
Cerita dengan yang lalu pun berakhir karena hal ini
Kedua, maaf jika hal ini amat sangat mengecewakanmu
Tapi mungkin setelah mengetahui ini pun kamu akan tertawa terbahak-bahak
Maaf, saya ternyata masih terbayang-bayang sosok masa lalu saya
Tidak perlu dijelaskan pun kamu pasti mengerti dan mengetahui
Jika pertanyaanmu, apakah kalian akan kembali bersama?
(sepertinya) tidak...
Terlalu riskan dan terlalu berat jika kami harus bersama
Ditambah dengan, saya belum tahu apakah dia masih mencintai saya (juga) atau tidak..
(Untuk statement diatas, silahkan kamu tertawa sepuasmu)
Meskipun begitu, saya tidak ingin kamu hidup bersama saya tapi dengan saya masih dibayang-bayangi sosoknya
Maaf jika ini menyakitkan

Perihal merubah lebih jauh,
Kamu pasti tahu banyak yang saya keluhkan tentang kamu
Baik itu perilaku kamu terhadap saya, atau pun perilaku kamu terhadap orang lain
Saya sadar bahwa saya tidak bisa membandingkan kamu dengan siapapun
Karena, kamu ya kamu
Tidak bisa disamakan dengan pria manapun
Mungkin hal-hal itulah yang menjadi bukti kamu menyayangi saya
Tapi maaf,
Untuk hal ini, saya mengakui bahwa sayalah yang tidak bisa menerimamu
Saya yang terlalu (sebutan anak jaman sekarang) mainstream
Saya yang terlalu berfokus pada pria layaknya pria yang mungkin banyak berada di film-film romantis
Jika kamu merasa bahwa yang kamu lakukan benar, lakukanlah
(Pasti) Akan ada wanita yang bisa menerimamu sebagaimana adanya kamu
Tapi, untuk sekarang, itu bukan saya

Bagaimana dengan jodoh ?
Bagaimana jika saya dan kamu jodoh ?
Ah, lebih baik kita bicarakan ini nanti
Biarkan saja Tuhan dan Semesta yang mengatur semuanya

Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan kamu
Teruslah giat bekerja
Bahagiakan keluargamu
Buat mereka bangga memiliki anak pria sepertimu
Buat mereka menangis terharu
Dan jangan lupa, segera mencari pengganti saya yah untuk wisuda mu nanti

Salam dariku untuk keluargamu :) 




0 komentar:

Posting Komentar

 

Blog Template by BloggerCandy.com